Sabtu, 18 Juli 2009

Pilihan berCINTA

Cinta yang terapresiasi…

…cinta yang ada Karena mereka memang hanya ingin menyayangi dan mencintai… Tak perlu ada suatu ikatan yang terikrar hanya untuk menyatakan ‘kami saling mencintai’… Berjalan begitu apa adanya, komitmen dipisahkan untuk sebuah kebebasan yang beradab…

…kebahagiaan menjadi dasar untuk saling merelakan…

…kebahagiaan menjadi dasar untuk saling kehilangan…

Tidak ada kesedihan didalamnya, kebahagiaan berputar seperti hanya akan ada atom positif disekeliling mereka… Cinta yang terlalu penuh, cinta yang berlebih, cinta yang sangat tumpah, maka untuk mengalirkannya dilakukan pengorbanan untuk bisa mencinta dalam porsinya…



cinta bertoleransi…

…cinta yang ada karena mereka mencintai dan harus dapat memiliki.. Ada atau tidaknya dia di sisi menjadi yang diutamakan, bukan kebahagiaan, tidak juga kebebasan… Seribu komitmen terucap hanya untuk dilanggar dalam satu malam, menyisakan dendam, sakit hati yang mendalam…

Kata maaf begitu murah terucap hanya karena suatu tekanan, bukan karena kesadaran atau penyesalan… Kehilangan menjadi hal yang menyakitkan, kejenuhan dianggap tidak penting, tidak pernah merelakan untuk istirahat walau sejenak… Terlalu senang dengan keadaan yang stagnan, terlalu hormat hanya karena segan…

Dan akan berakhir pada suatu pengorbanan yang terlalu dipaksakan, terkadang tidak relevan dengan yang diinginkan…



“saya mencintai karena saya ingin mencintai bukan ingin memiliki.. Mencintai berarti siap untuk kehilangan dan siap untuk menghilang…. Tak akan ada suatu penyesalan karena ini adalah suatu pilihan, mencintai atau tidak sama sekali.. . Mencintai berarti hanya akan ada air mata bahagia diatas bahagia dan hanya akan ada air mata kerinduan diatas kesedihan…”



..ini karena cinta terapresiasi, cinta untuk kebebasan yang abadi, bukan cinta bertoleransi, cinta untuk bertirani…

Tidak ada komentar: