Kamis, 25 September 2008
syukur...rasa syukur..
Sekarang, pernahkah kita diberikan ucapan terima kasih oleh seseorang? Saya yakin sekali, kita kita akan merasa sangat senang sekali saat diberikan sebuah ucapan terima kasih oleh seseorang.
Begitulah sebetulnya sebuah analogi syukur kita kepada Allah Yang Maha Menciptakan.
Syukur itu adalah sebuah kunci dari segudang kenikmatan. Barang siapa yang ahli mensyukuri nikmat yang ada, maka Allah akan membuka nikmat yang belum ada. Ketika kita mensyukuri salah satu nikmat yang diberikan Allah kepada kita, maka Allah akan memberikan kita nikmat yang lain. Jadi Syukur itu adalah sebuah kunci dari lemari yang berisi penuh dengan nikmat, namun kebanyakan dari kita lebih memikirkan isi lemarinya dari pada kuncinya.
Kita lebih memikirkan, kapan saya dapat rezeki, kapan saya dapat ferienjob, kapan nilai nilai ujian saya bagus bagus, padahal sudah banyak nimat yang Allah berikan kepada kita, nikmat sehat, nikmat bisa belajar, nikmat semua berjalan lancar yang tanpa kita sadari, karena kita terlalu memikirkan apa – apa yang belum ada, tapi lupa mensyukuri nikmat yang telah kita terima.
Sekarang bagaimana caranya bersyukur. Ada beberapa syarat supaya kita dapat mensyukuri nikmat Allah. Pertama, Tidak boleh merasa memiliki dan dimiliki. Kita harus yakin seyakin yakinnya, bahwa kita tidak memiliki apapun, semua hanya titipan. Bahkan diri kita sendiri pun bukan milik siapapun, termasuk kita, cuma Allah yang memiliki. Diancam mau dibunuh? Silahkan saja, yang mengancam juga sudah diancam mati oleh Allah.
Seorang hakim mengatakan, “saudara terdakwa divonis hukuman mati!”, padahal bukan tidak mungkin hakimnya yang meninggal lebih dulu. Ada sebuah cerita, seseorang sakit hingga koma dirumah sakit selama lima tahun, bayangkan lima tahun! Tapi ternyata yang meninggal malah yang menengok. Nyawa ini bukan milik siapa-siapa.
Sekarang misalnya kita tetep keukeuh (bersikeras), “masa diri ini bukan punya saya, saya mau kemana kek, terserah saya, diri ini punya saya kok”. Coba tahan jerawat satu saja yang muncul, coba tahan sehelai uban yang muncul, tidak akan bisa, atau coba tahan sebulan tidak buang air, saya yakin perjuangannya sangat berat dan tidak akan berhasil. Itu adalah bukti, kalau tubuh ini bukan milik kita.
Aa Gym mengatakan, rumus yang paling mudah adalah rumus Tukang Parkir. Mobilnya banyak, ganti-ganti, tapi diambil orang dia tenang saja, karena dia merasa dititipi. Dan begitulah seharusnya kita bersikap. Tapi bukan berarti saya mengajak untuk miskin, tidak. Kalau punya banyak uang, misalnya hasil kerja selama liburan musim panas, silahkan kalau mau beli tanah, kalau mau beli laptop, mau beli mobil, silahkan. Kalau perlu, beli tanah yang luas, lalu wakafkan, beli laptop yang banyak juga, lalu pinjamkan untuk keperluan dakwah. Kelak diakhirat tiba–tiba pahala menumpuk, mungkin itu pahala dari orang yang sujud ditanah yang kita wakafkan.
Kedua, Jangan ingin dipuji.
Ganteng? tampan? cantik? emang pesen?
Gagah? badannya ’jadi’? keren? idaman gadis masa kini. Kalau Allah mau, lumpuh, kita tidak bisa apa –apa.
Pinter? Cerdas? Nilai Klausur selalu satu. Dibuat strooke, kita tidak bisa apa –apa.
Kita tidak cocok berbunga–bunga dengan pujian, pujian itu adalah Allah menutupi keburukan kita.
Ada sebuah kisah lagi tentang tiga orang penunggang kuda yang kehilangan kuda ketika mereka sedang beristirahat. Lalu raja yang mengetahui hal itu segera mengirimkan utusan untuk menghadiahkan kuda dan bekal kepada tiga orang itu. Ketika utusan memberikan kepada masing–masing sebuah kuda dan bekal. Orang pertama mengatakan, “Oghhh kereeen”, orang kedua mengatakan, “Wow, ini kuda bagus nih. Milik siapa? Lalu untuk saya? sampaikan terima kasih saya untuk raja”. Orang ketiga mengatakan, “Eh, ini bukan kuda saya nih, ini kuda bagus, kuda siapa ini mas? Apakah raja memberikan kuda ini semata mata agar raja bisa akrab dengan saya? Oh terima kasih.” Itulah sebuah potret manusia, ada manusia yang hanya terpesona dengan apa yang diberikan Allah, ada juga yang terpesona dan berterima kasih, ini model kita, dan yang paling baik adalah selain bersyukur, ia sadar bahwa itu adalah bukan miliknya dan tahu mengapa ia diberikan nikmat itu.
Sebuah cerita lain, seorang komandan PM menyuruh seluruh anak buahnya untuk belajar mengaji. Alasan beliau adalah, “mumpung saya bisa nyuruh nyuruh, makanya saya suruh belajar ngaji”. Nah, demikianlah seharusnya ktia mensyukuri sebuah nikmat, dimanfaatkan untuk hal yang berguna. Dan begitulah contoh seorang pemimpin, pemimpin negara, seharusnya mengajak rakyatnya kepada Allah, seorang pemimpin pengajian apalagi, tugasnya adalah bagaimana agar jamaahnya makin dekat kepada Allah.
Sekarang kita buat sebuah kesepakatan. Kita ini adalah pemimpin untuk diri kita masing - masing, atau kalau kita adalah pimpinan dalam suatu komunitas itu lebih baik. Sekarang kita harus bisa misalnya saja, mengajak teman kita untuk hadir dalam pengajian mingguan, atau pengajian bulanan pengajian kota. Mengajak teman sekamar contohnya kepengajian IKID, mengajak teman kepengajian Iqro di KJRI. Hidup yang cuma sekali – kalinya harus menjadi jalan kebaikan bagi orang lain.
Aa Gym mengatakan „Hidup untuk berprestasi mempersembahkan yang terbaik, bermakna bagi dunia, dan berarti bagi akhirat nanti, itulah Syukur“.
Syukuri semua nikmat ini, mumpung Allah masih sayang sama kita.
Disandur dari tausiyah Aa Gym, 88
Selasa, 26 Agustus 2008
MENJADI APAPUN DIRIMU
Menjadi pohonlah yang tinggi menjulang, meski itu tidak mudah. Sebab ia akan tatap tegar bara mentari yang terus menyala setiap siangnya. Sebab ia akan meliuk halangi angin yang bertiup kasar. Sebab ia akan terus menjejak bumi hadapi gemuruh sang petir. Sebab ia akan hujamkan akar yang kuat untuk menopang. Sebab ia akan menahan gempita hujan yang coba merubuhkan. Sebab ia akan senantiasa berikan bebuahan yang manis dan mengenyangkan. Sebab ia akan berikan tempat bernaung bagi burung-burung yang singgah di dahannya. Sebab ia akan berikan tempat berlindung dengan rindang daun-daunnya.
Menjadi ikan pauslah, meski itu tak mudah. Sebab dengan sedikit kecipaknya, ia akan menggetarkan ujung samudera. Sebab besar tubuhnya akan menakutkan musuh yang coba mengganggu. Sebab sikap diamnya akan membuat tenang laut dan seisinya.
Menjadi elanglah dengan segala kejantanannya, meski itu juga tidak mudah. Sebab ia harus melayang tinggi menembus birunya langit. Sebab ia harus melanglang buana untuk mengenal medannya. Sebab ia harus melawan angin yang menerpa dari segala penjuru. Sebab ia harus mengangkasa jauh tanpa takut jatuh. Sebab ia harus kembali ke sarang dengan makanan di paruhnya. Sebab ia harus menukik tajam mencengkeram mangsa. Sebab ia harus menjelajah cakrawala dengan kepak sayap yang membentang gagah.
Menjadi melatilah, meski tampak tak bermakna. Sebab ia akan tebar harum wewangian tanpa meminta balasan. Sebab ia begitu putih, seolah tanpa cacat. Sebab ia tak takut hadapi angin dengan mungil tubuhnya. Sebab ia tak ragu hadapi hujan yang membuatnya basah. Sebab ia tak pernah iri melihat mawar yang merekah segar. Sebab ia tak pernah malu pada bunga matahari yang menjulang tinggi. Sebab ia tak pernah rendah diri pada anggrek yang anggun. Sebab ia tak pernah dengki pada tulip yang berwarna-warni. Sebab ia tak gentar layu karena pahami hakikat hidupnya.
Menjadi mutiaralah, meski itu tak mudah. Sebab ia berada di dasar samudera yang dalam. Sebab ia begitu sulit dijangkau oleh tangan-tangan manusia. Sebab ia begitu berharga. Sebab ia begitu indah dipandang mata. Sebab ia tetap bersinar meski tenggelam di kubangan yang hitam.
Menjadi kupu-kupulah, meski itu tak mudah pula. Sebab ia harus melewati proses-proses sulit sebelum dirinya saat ini. Sebab ia lalui semedi panjang tanpa rasa bosan. Sebab ia bersembunyi dan menahan diri dari segala yang menyenangkan, hingga kemudian tiba saat untuk keluar.
Karang akan hadapi hujan, terik sinar mentari, badai, juga gelombang. Elang akan menembus lapis langit, mengangkasa jauh, melayang tinggi dan tak pernah lelah untuk terus mengembara dengan bentangan sayapnya. Ikan Paus akan menggetarkan samudera hanya dengan sedikit gerakan. Pohon akan hadapi petir, deras hujan, silau matahari, namun selalu berusaha menaungi. Melati ikhlas untuk selalu menerima keadaannya, meski tak terhitung pula bunga-bunga lain dengan segala kecantikannya. Kupu-kupu berusaha bertahan, meski saat-saat diam adalah kejenuhan. Mutiara tak memudar kelam, meski pekat lingkungan mengepungnya di kiri-kanan, depan dan belakang.
Tapi karang menjadi kokoh dengan segala ujian. Elang menjadi tangguh, tak hiraukan lelah tatkala terbang melintasi bermilyar kilo bentang cakrawala. Paus menjadi kuat dengan besar tubuhnya dalam luas samudera. Pohon tetap menjadi naungan meski ia hadapi beribu gangguan. Melati menjadi bijak dengan dada yang lapang, dan justru terlihat indah dengan segala kesederhanaan. Mutiara tetap bersinar dimana pun ia terletak, dimana pun ia berada. Kupu-kupu hadapi cerah dunia meskipun lalui perjuangan panjang dalam kesendirian.
Menjadi apapun dirimu…, bersyukurlah selalu. Sebab kau yang paling tahu siapa dirimu. Sebab kau yakini kekuatanmu. Sebab kau sadari kelemahanmu. Jadilah karang yang kokoh, elang yang perkasa, paus yang besar, pohon yang menjulang dengan akar menghujam, melati yang senantiasa mewangi, mutiara yang indah, kupu-kupu, atau apapun yang kau mau. Tapi, tetaplah sadari bahwa kamu adalah seorang hamba, seorang yang lemah dihadapanNYA! Itulah dirimu.
Sabtu, 23 Agustus 2008
motivasi..
menyayangi Anda dan sanggup mati karena Anda.
2. Sekurang-kurangnya ada 15 orang dalam dunia ini
yang menyayangi Anda dalam beberapa cara
3. Sebab utama seseorang membenci Anda adalah karena
dia ingin menjadi seperti Anda.
4. Senyuman dari Anda boleh membawa kebahagiaan kepada
seseorang, walaupun dia tidak menyukai Anda.
5. Setiap malam ada seseorang mengingat Anda sebelum
dia tidur.
6. Anda amat bermakna dalam hidup seseorang.
7. Kalau bukan karena Anda,seseorang itu tidak akan
hidup bahagia.
8. Anda seorang yang istimewa dan unik.
9. Seseorang yang Anda tidak ketahui menyayangi Anda.
10. Apabila Anda membuat kesalahan yang sangat besar,
ada hikmah dibaliknya.
11. Sekiranya Anda merasa dipinggirkan, pikirkan
dahulu; mungkin Anda yang meminggirkan mereka.
12. Apabila Anda berpikir tidak mempunyai peluang
untuk mendapatkan sesuatu yang Anda ingini, mungkin Anda tidak akan
memperolehnya, tetapi jika Anda percaya pada diri sendiri lambat laun Anda
akan memperolehnya.
13. Kenanglah segala pujian yang Anda terima. Lupakan
segala caci maki.
14. Jangan takut untuk meluapkan perasaan Anda; Anda
akan merasa senang bila seseorang mengetahuinya.
15. Sekiranya Anda punya sahabat baik, ambillah waktu
untuk memberitahunya bahwa dia adalah yang terbaik. Hanya semenit
diperlukan untuk mendapat sahabat baik, sejam untuk menghargainya, sehari
untuk teman tetap paling setia. Walaupun punya harta yang banyak, teman
tetap paling berharga.
Senin, 18 Agustus 2008
pesan rasulullah saw..
Pesan Rasulullah Saw. kepada Fathimah az-Zahra
Imam Nawawi al-Bantani pernah menuliskan keagungan Fathimah az-Zahra ketika berbicara mengenai hak dan kewajiban suami istri bersama Rasulullah.
Nabi Saw., bersabda kepada puterinya:
Hai Fathimah, setiap istri yang membuatkan tepung untuk suami dan anak-anaknya, maka Allah mencatat baginya memperoleh kebajikan dari setiap butir biji yang tergiling, dan menghapus keburukannya serta meninggikan derajatnya.
Hai Fathimah, setiap istri yang berkeringat di sisi alat penggilingannya karena membuatkan bahan makanan untuk suaminya, maka Allah memisahkan antara dirinya dan neraka sejauh tujuh hasta.
Hai Fathimah, setiap istri yang meminyaki rambut anak-anaknya, dan menyisirkan rambut mereka dan mencucikan baju mereka, maka Allah mencatatkan untuknya memperoleh pahala seperti pahala orang yang memberi makan seribu orang yang sedang kelaparan, dan seperti pahala orang yang memberi pakaian seribu orang yang telanjang.
Hai Fathimah, tetapi yang lebih utama dari semua itu adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Sekiranya suamimu tidak meridhaimu, tentu aku tidak akan mendo’akan dirimu.
Bukankah engkau mengerti, hai Fathimah, bahwa ridha suami itu menjadi bagian dari ridha Allah, dan kebencian suami merupakan bagian dari kebencian Allah.
Hai Fathimah, manakala seorang istri mengandung, maka para malaikat memohon ampun untuknya, dan setiap hari dirinya dicatat menmperoleh seribu kebajikan dan seribu keburukannya dihapuskan. Apabila telah mencapai rasa sakit (menjelang melahirkan) maka Allah mencatatkan untuknya memperoleh pahala seperti pahala orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Apabila ia telah melahirkan, dirinya terbebas dari segala dosa seperti keadaannya setelah dilahirkan ibunya.
Hai Fathimah, setiap istri yang melayani suaminya dengan niat yang benar, maka dirinya terbebas dari dosa-dosanya seperti pada hari dirinya dilahirkan ibunya. Ia tidak keluar dari dunia (meninggal) kecuali tanpa membawa dosa. Ia menjumpai kuburnya sebagai pertamanan surga. Allah memberinya pahala seperti seribu orang yang berhaji dan berumrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan untuknya hingga kiamat.
Setiap istri yang melayani suaminya sepanjang hari dan malam hari disertai hati yang baik, ikhlas dan niat yang benar, maka Allah mengampuni dosanya. Pada hari kiamat kelak dirinya diberi pakaian berwarna hijau, dan dicatatkan untuknya pada setiap rambut yang ada di tubuhnya dengan seribu kebajikan, dan Allah memberi pahala kepadanya sebanyak seratus pahala orang yang berhaji dan berumrah.
Hai Fathimah, setiap istri yang tersenyum manis di muka suaminya, maka Allah memperhatikannya dengan penuh rahmat.
Hai Fathimah, setiap istri yang menyediakan diri tidur bersama suaminya dengan sepenuh hati, maka ada seruan yang ditujukan kepadanya dari langit, ”Wahai wanita, menghadaplah dengan membawa amalmu. Sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah berlalu dan yang akan datang.”
Sabtu, 09 Agustus 2008
Al`Quran : Surat surat Cinta..

Pernahkan sahabat menerima
Ketika
Namun ketika surat-surat itu berisi teguran, rasa kecewa, apalagi marah. Hati benar-benar gelisah, khawatir. Akankah cinta menjadi malapetaka. Akankah sang kekasih akan putuskan cinta. Tidurpun gelisah tidak nyaman.
Begitulah yang Rosulullah rasakan. Al Quran telah membuat beliau gemetar, gelisah, basah dengan keringat di saat ayat-ayat-Nya turun. Namun disaat lain beliau tersenyum, bangga dikala mendengar kabar gembira buat diri dan ummatnya. Al Quran begitu memenuhi hati dan pikiran beliau. Sehingga secara luar biasa, merubah cara berpikir tentang Tuhan (tauhid), cara hidup, cara berperilaku, akhlak mulia. Hanya cukup 23 tahun berinteraksi dengan Al Quran, tidak hanya diri yang berubah, bahkan jazirah Arab yang tidak diperhitungkan saat itu dan dunia sampai sekarangpun bisa merasakan dampak perubahannya.
Sudahkah kita merasakan apa yang Rosulullah Rasakan? Sudahkan kita melihat Al Quran sebagai
Andaikan
"Abang Amir, saya sedih ketika melepas kepergian abang di dermaga tadi"
Adakah kita merasakan suasana batin mereka, atau keterharuan yang dirasakan Amir ketika membaca
Nah sekarang, Bayangkan jika "Abang Amir" di atas diganti dengan nama kita (mangga' diganti dengan nama masing-masing yaa dan diresapi) :-)
"pie, saya sedih ketika melepas kepergian Mu di dermaga tadi"
Wah saya langsung terbayang wajah org yg ku kasihi :-) Terharu, karena ia saat2 melepas kepergian gundah gulana, bahkan menitikkan air mata. Bertambah-tambah rindu dan cinta saya kepada dia ,
Entah sudah berapa tahun kitab yang satu ini selalu nampak di kamar, di ruang belajar, di lemari buku, di musholla, dan tempat-tempat dimana Saya biasa meletakkannya. Ntah berapa kali kitab yang disucikan ini dibaca dan hatam. Namun saya tidak yakin, tuntunannya sudah cukup merubah cara hidup saya, sebagaimana merubah cara hidup Rosulullah dan sahabat-sahabatnya. Ya Al Quran turunnya telah membuat Rosulullah menggigil dan berubah.
Cukup 5 ayat surah Al Alaq, beliau merasa gelisah, gemetar, menggigil kedinginan sehingga membuat istrinya memberikan selimut, menenangkan bahkan menanyakan perihal "kejadian" ini kepada Waraqah, anak paman Khadijah, yang seorang pendeta Nasrani. Bisa dibayangkan tekanan batin yang beliau rasakan sehingga terpikir untuk menerjunkan diri dari bukit (bunuh diri). Apalagi pada saat wahyu terputus. Bingung, gelisah, dan bertanya-tanya "is that real", "am I a Rosulullah?", "bagaimana saya menghadapi kaumku? Akankah mereka menertawakanku tentang kejadian ini?". Begitu pula saat wahyu kedua turun (Al Mudatsir) yang mengingatkan beliau untuk bangkit dari selimut dan berilah peringatan.
"Hai orang yang berkemul, bangunlah lalu berilah peringatan, dan Rabbmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak, dan untuk (memenuhi perintah) Rabbmu, bersabarlah." (Al Muddatstsir: 1-7).
Sungguh ini merupakan perkataan yang besar dan menakutkan, yang membuat Beliau melompat dari tempat tidurnya yang nyaman di rumah penuh kedamaian, siap terjun ke kancah, di antara arus dan gelombang, antara yang keras dan yang menarik menurut perasaan manusia. terjun ke kancah kehidupan (dikutip dari Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfurry, Sirah Nabawiyah).
Namun sayangnya, dahsyat-nya perasaan yang dialami Rosulullah, belum saya rasakan. Mungkin saya masih menganggap Al Quran ini buat Rosulullah. Bukan buat saya. Padahal sungguh, di pikiranku, saya yakin Al Quran ini buat seluruh manusia, bukan hanya Rosulullah. Kabar gembiranya adalah kabar gembira bagi manusia yang beriman. Peringatan dan ancamannya buat ummat manusia. Tuntunannya buat kita. Lalu mengapa tidak ada pengaruh ya? Mungkin cara pandang dan interaksi saya selama ini salah terhadap Al Quran.
"Hai upie yang berkemul, bangunlah lalu berilah peringatan, dan Rabbmu, upie, agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah, dan janganlah upie memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak, dan untuk (memenuhi perintah) Rabbmu, bersabarlah." (Al Muddatstsir: 1-7).
Ah...
7 ayat yang agung, sarat dengan tausyiyah meminta saya untuk BANGKIT, BERDAKWAH, TAKBIR, BERSIH2 Jasmani, HINDARI DOSA (bersih2 ruhani), IKHLAS (Menghindari PAMRIH/RIBA), dan SABAR. Entah butuh waktu berapa lama saya bisa merasakan besarnya cinta Allah sampai menurunkan 7 keywords di atas. Entah butuh berapa lama bisa memahami dan mengamalkannya. Pasti Allah marah kalau ada kata yang terlewat, apalagi abai atas
Sebuah Renungan..
| ||
Cinta yang tak Melukai...
Padahal...kadangkala hati selingkuh dari cintaNya.
Tadi pagi, ada sesuatu yang membuat aku tersadar. Apakah aku masih mencintaiNya? apakah hanya dengan rukuk dan sujud aku telah membuktikan cinta ini?
Tiba-tiba aku merasa jauh dan jauh..... Karena sejak beberapa waktu, ada rasa ingin berlari jauh dari semuaNya. Ingin sembunyi dan melupakan semua syarat-syarat untuk mencintaiNya. Kadang syarat itu berat dan membuat aku letih. Makanya ingin sembunyi. Ataukah syaitan yang menggoda aku hingga untuk memenuhi syarat-syarat itu aku menjadi lelah dan ingin sembunyi?
Kadang melihat yang lain semakin mendekat denganNya membuat aku iri. Benar-benar iri bahkan kadang marah sendiri.....
Aku melupakan cintaNya, ketika aku jatuh cinta pada makhluk ciptaannya. Meski sadar dan berusaha untuk membunuh cinta itu, tapi selingkuh cinta ini tetap saja berlanjut. Apalagi jika selingkuh cinta ini langsung menjadi inspirasi dalam sebuah puisi.
Pun ketika patah hati, aku malah menggugat cintaNya. Mengapa harus begini? mengapa harus begitu?
Jatuh cinta dan patah hati. Tadinya aku pikir adalah perjalanan cinta yang harus aku alami. Padahal tadinya, sewaktu masih kecil aku ingin sekali jatuh cinta : pertama-terakhir dan selamanya. aku tidak ingin jatuh cinta kalau tidak selamanya.
Tapi kenyataan berkata lain. Cinta pertama bukan untuk dimiliki pun kedua, ketiga dan selanjutnya.
Cinta pertama datang begitu saja tiba-tiba tanpa disadari. Jatuh cinta-patah hati, itu saja yang aku tahu. Rasanya ingin marah dan menggugat cintaNya. Kenapa aku harus bertemu dengannya, kenapa aku harus mengenalnya dan kenapa aku bisa mencintainya kalau tidak bisa dimiliki. Rasanya lelah jika selalu begitu.....
Padahal sudah berkali-kali berdoa
" Ya, Allah jangan biarkan aku jatuh cinta pada orang yang bukan menjadi milik aku selamanya "
Doa itu sudah lama sekali. Tp yang terjadi berbeda. aku bukan orang yang mudah jatuh cinta. Tapi lebih sering patah hati. Kadang menyesali tindakan bodoh yang selalu mengalah. Aku tidak pernah ingin melukai hati orang lain. Sahabat, teman, saudara dan orang-orang yang aku cintai. Tapi kenapa akhirnya aku yang sering terluka.
Apakah perlu menyesal dengan semua pilihanku ? Aku memilih persahabatan daripada cinta.....
Kenapa ya? aku tidak ingin cinta datang tapi kadang tidak pernah menyadari bahwa cinta itu sudah ada dalam hati. Aku tidak ingin sebab kadang sudah tahu akhirnya---patah hati. Selalu begitu.....
Jangan-jangan orang lain mengira bahwa aku setia pada cintaNya. Padahal tidak.aku sudah sering selingkuh dengan mencintai makhluk ciptaaanya. Merindukan makhluk ciptaanNya hingga lupa merindukanNya.
Suatu ketika ada yang bertanya
"Apakah kamu akan menikah dengan orang yang kamu cintai atau kamu akan mencintai orang yang kamu nikahi...?"
Ada yang tahu jawabannya. kalau aku ingin dua2nya
Tapi aku hanya ingin satu....
Aku hanya ingin cinta yang tak melukai
Jika
Aku caripun sampai kemana
Jika aku masih belum sepenuh hati mencintaiNya
Aku takkan pernah menemukan
cinta itu.....
Cinta yang tak melukai .
Ya Allah....